Minggu, 13 Mei 2012

Cara Menjaga Keamanan Komputer


Serangan virus, worm (malware) ke komputer, penipuan dengan teknik phishing atau spam merupakan ancaman yang sehari-hari jamak terjadi di jaman terkomputerisasi. Maka melindungi data dan komputer pribadi adalah cara terbaik dilakukan untuk meminimalisir ancaman, salah satunya melengkapi komputer dengan software keamanan.

Selain software, ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk melindungi data dan komputer, hal-hal sepele yang kadang terlupakan ketika kita surfing di web atau membuka email. Hal-hal yang dimaksud adalah kebiasaan menerapkan berkomputer secara sehat.
Mengapa ini diperlukan? Sebab faktor brainware (manusia) turut berperan penting dalam keamanan cyber, selain memasang software keamanan. Apa sajakah cara / perilaku yang wajib diterapkan untuk menjaga keamanan data saat berkomputer/berinternet? Ini dia…
1. ‘Kunci’ komputer saat tidak digunakan
Ketika harus berada jauh dari komputer Anda untuk beberapa saat, misalnya ketika mau makan siang atau ke toilet, apakah Anda meninggalkan komputer dalam keadaan masih login? Jika ya, hati-hati karena data bisa disusupi atau dicuri orang lain. Karena itu atur komputer Anda dalam posisi log-off saat ditinggalkan dan jangan lupa memasang password agar tidak sembarangan orang bisa login ke komputer Anda.
2. Disconnect dari Internet
Kebiasaan sepele lainnya yang sering dilakukan pengguna komputer adalah membiarkan komputernya terhubung ke koneksi Internet broadband secara permanen. Ini berisiko, karena kemungkinan komputer diserang jauh lebih besar terutama jika komputer Anda tidak dilengkapi firewall.
3. Atur settingan keamanan
Atur settingan keamanan sistem operasi Anda, pastikan settingannya sesuai untuk komputer Anda.
4. Cek patch keamanan dan update software
Hampir semua vendor software/sistem operasi populer biasanya menyediakan update dan patch terbaru secara reguler untuk melindungi komputer user dari virus dan celah keamanan tertentu. Pastikan komputer Anda diupdate secara berkala atau kunjungi web vendor terkait untuk mendapatkan download terbaru.
5. Ganti password secara berkala
Ganti password secara teratur, terutama yang dipakai untuk keperluan finansial. Jangan menggunakan password yang sama untuk beberapa account. Jangan menyimpan salinan semua password Anda di komputer, kalau data hilang dan Anda tidak ingat username dan password, maka akan kesulitan mengakses account tersebut.
6. Pakai alat penstabil tegangan
Tegangan listrik yang tidak stabil lambat laun dapat merusak komputer. Pastikan komputer dilindungi dengan alat penstabil tegangan dan matikan komputer jika sedang terjadi petir untuk menghindari adanya korslet.
7. Backup Data
Sisihkan waktu beberapa jam seminggu untuk membackup file dan data pribadi Anda.
8. Jangan sembarangan klik
Selalulah waspada dan hati-hati ketika berinternet, seperti tidak sembarangan membuka attachment email atau mengklik link yang tidak diketahui secara pasti apa isinya. Attachment atau link tersebut bisa saja berisi virus atau program jahat lainnya. Jangan sembarang men-download, kecuali dari situs yang terpercaya, dan baca semua peringatan keamanan, persetujuan lisensi dan privasi terkait software manapun yang Anda download.
Contoh Serangan Keamanan Data Komputer
Serangan program jahat (malware) yang datang melalui e-mail, drive-by download, link berbahaya hingga pop-up yang menyesatkan meningkat tajam. Serangan ini banyak datang melalui perangkat-perangkat USB.
Menurut Avast Software, sekitar 13,5 persen dari 700.000 serangan yang direkam oleh sistem Community IQ Avast pada bulan Oktober berasal dari USB. Menurutnya, 60 persen dari malware yang beredar saat ini dapat menyebar melalui USB.
Malware tersebut menyebar via USB dengan memanfaatkan fitur Autorun Windows. Awalnya fitur ini disediakan untuk memberikan user kemudahan. Namun pembuat virus kini semakin banyak memanfaatkan celah/kelemahan pada fungsi Autorun ini untuk menyebarkan virus. Melalui Autorun, virus akan menyebar dengan cepat ketika sebuah perangkat ditancapkan ke komputer (PC).
Ketika sebuah perangkat USB sudah terinfeksi dengan worm/virus tertentu lalu dihubungkan ke PC, sebuah file executable (exe) akan aktif dan men-download malware ke dalam PC. Malware ini kemudian akan menginfeksi sistem operasi dan dapat mereplikasi dirinya sendiri setiap kali komputer di-restart.
Dan tidak mengejutkan lagi, bahwa perangkat yang paling umum dimanfaatkan pembuat virus untuk menyebarkan malware adalah USB flash drive. Selain harganya yang murah dan bisa didapat di mana-mana, USB drive adalah mimpi buruk bagi admin dari sisi keamanan.
Parahnya lagi, seiring semakin besarnya kapasitas USB yang muncul di pasaran, user semakin ‘malas’ memindai (scan) USB tersebut dengan software keamanan. Hanya sedikit pengguna komputer yang memindai hard drive 1TB sampai selesai setelah men-download file atau film misalnya.
Selain USB flash disk dan removable drive, semua perangkat penyimpanan berbasis USB, termasuk kamera digital, ponsel, mp3 player, dan bahkan PSP juga perlu di-scanning.
Untuk melindungi keamanan data komputer dari infeksi malware via USB, coba terapkan beberapa tips berikut ini:
- Jangan menyalakan PC jika perangkat USB masih tertancap di komputer. Menghidupkan PC dengan perangkat USB masih terpasang di komputer dapat mengakibatkan malware di-load ke dalam PC Anda sebelum program antivirus aktif.
- Scan terlebih dahulu. Pastikan bahwa Anda telah mengaktifkan fitur auto-scan pada aplikasi antivirus Anda.
- Matikan fitur AutoPlay.
Keamanan Data Komputer
Keamanan data komputer adalah suatu cabang teknologi yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan.
Menurut Garfinkel dan Spafford, ahli dalam computer security, komputer dikatakan aman jika bisa diandalkan dan perangkat lunaknya bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Keamanan komputer memiliki 5 tujuan, yaitu:
1. Availability
2. Confidentiality
3. Data Integrity
4. Control
5. Audit
Keamanan komputer memberikan persyaratan terhadap komputer yang berbeda dari kebanyakan persyaratan sistem karena sering kali berbentuk pembatasan terhadap apa yang tidak boleh dilakukan komputer. Ini membuat keamanan komputer menjadi lebih menantang karena sudah cukup sulit untuk membuat program komputer melakukan segala apa yang sudah dirancang untuk dilakukan dengan benar. Persyaratan negatif juga sukar untuk dipenuhi dan membutuhkan pengujian mendalam untuk verifikasinya, yang tidak praktis bagi kebanyakan program komputer. Keamanan komputer memberikan strategi teknis untuk mengubah persyaratan negatif menjadi aturan positif yang dapat ditegakkan.
Pendekatan yang umum dilakukan untuk meningkatkan keamanan komputer antara lain adalah dengan membatasi akses fisik terhadap komputer, menerapkan mekanisme pada perangkat keras dan sistem operasi untuk keamanan komputer, serta membuat strategi pemrograman untuk menghasilkan program komputer yang dapat diandalkan.

0 komentar:

Poskan Komentar